![]() |
| Gadis yang menikahi Kesunyian, namun disunting Kesepian (sumber)
Tidak ada seorangpun yang pernah mengerti tentang kesepian. Pun begitu saya. Apalagi mereka. Terutama kamu. Sama seperti mereka, mungkin kamu berpikir betapa beruntungnya saya. |
Tampilkan postingan dengan label long time ago. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label long time ago. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 13 Desember 2014
Tentang Gadis yang Menikahi Kesunyian (Namun Disunting Kesepian)
Jumat, 21 Desember 2012
My Salad Days
| inspired by this book :) |
"Salad days" is an idiomatic expression, referring to a youthful time, accompanied by the inexperience, enthusiasm, idealism, innocence, or indiscretion that one associates with a young person. More modern use, especially in the United States, refers to a person's heyday when somebody was at the peak of his/her abilities—not necessarily in that person's youth. –Wikipedia.
"...My salad days, / When I was green in judgment, cold in blood..." –The phrase was coined in Shakespeare's Antony and Cleopatra in 1606.
®®®
“Eh…,”lamunanku buyar, seseorang berjalan menabrakku dan berlalu begitu saja. Dasar tidak sopan ! Kalau bukan karena tubuhnya yang lebih besar, aku akan menjitak kepala orang itu. Meskipun aku perempuan,
Label:
April,
cerita pendek,
fiksi,
long time ago,
sekolah
Rabu, 05 September 2012
NOSTALGIA -- Masa Sekolah (PART 1)
| masa-masa sekolah, tak akan terulang :') |
Saya lahir di sebuah kota di Kalimantan Selatan, Banjarbaru, yang katanya akan segera menjadi ibukota provinsi pengganti Banjarmasin. Namun, saya pindah ke Bekasi di usia 30 bulan dan menghabiskan separuh masa kecil -juga masa sekolah- saya di sana. Tahun 1998, ketika krisis moneter dan kerusuhan melanda Jakarta dan sekitarnya, saya pindah ke Bandung. Di sanalah paling lama saya berada untuk masa sekolah. Karena satu dan bermacam hal saya terpaksa pindah kuliah ke Jogja, tempat yang -sayang sekali- membuat saya paling tidak kerasan. Well, cukup untuk pengantar dan inilah masa sekolah yang paling membuat saya ingin kembali.
Sabtu, 05 November 2011
Dua Malaikat

Airmata langit sore tak mampu lagi terbendung. Setelah sekian lama langit berusaha menahan tangisnya, akhirnya dia menyerah. Maka dibiarkannya awan-awan yang menggelantung sejak siang tadi menjatuhi bumi. Menyampaikan segala resah hati. Dan menemani gadis bersayap hitam itu menari.
Gadis bersayap hitam itu tampaknya tak begitu peduli dengan tangisan langit. Dia tetap menari di bawah hujan yang yang makin sengit. Mengepakkan sayap hitamnya yang basah. Menggerakkan kedua kakinya yang sudah kelihatan lelah. Terakhir, dia menghentakkan kaki lalu melayang tinggi dan terjun bebas dari ketinggian seribu kaki.
* * *
Langganan:
Postingan (Atom)

